Perempuan tua itu tersenyum, mengukir kerutan di wajahnya yang kian lelah, "Iya, Sayang. Sejak kamu lahir, ibu selalu mendoakanmu."
Di sepertiga malam, aku terbangun. Di atas sajadah, aku berbisik seraya menengadah ke langit, "Ibu, gantian aku sekarang yang mendoakanmu."
"Ya Tuhanku, jagalah ibuku di sana baik-baik. Sayangilah dia, sebagaimana dia menyayangiku sewaktu kecil."
-Tamat-
0 Komentar