Aku menghampiri makam Ibu sebelum senja menyapa. Di tanganku, kugenggam setangkai mawar putih untuk dihadiahkan padanya…
Aku memarkir motornya sembarangan, buru-buru menyelipkan kunci ke dalam tas. "Pagi, Pak," sapa tukang sapu t…
Aduh, kenapa hujan terus sih? Bisa-bisa kita nggak sampai kantor ini,” keluh temanku, gelisah melihat langit semakin ke…
Sang Surya bahkan belum menyapa, tapi ia terbangun lebih pagi dari biasanya. Hening. Ibunya terlihat khusyuk bersimpuh …
Anak kecil itu meringis, menunjukkan roti bakar buatannya yang gosong. “Maaf ya, Yah. Rotinya gosong lagi.” Ayah tertaw…
Aku membiarkan hujan menyentuhku, meluruhkan penat yang membatu di dada. "Bajumu kuyup. Kenapa nggak kau pakai pay…
Setelah semalaman berjaga di samping Ibu, pagi ini aku terbangun dengan keluh. Hidup terasa berat, seakan tak kunjung m…
Pyaaarrr... Ayah panik. Buru-buru mendatangi sumber suara. Anaknya tampak gemetar menahan tangis. Di depannya, puing-p…
Seorang pemuda tampak berdiri lama di depan cermin di serambi masjid. "Ada apa, Nak? Dari tadi bapak lihat kamu l…
Kursi tua itu tak pernah berpindah dari tempatnya. "Kenapa nggak diganti saja, Bu? Kursi ini sudah lapuk. Besok, b…
"Kerja capek, tapi gaji kecil. Yang dicari apa?" tanya Rafi. Aku tersenyum. "Setiap kali aku jujur, ana…
Social Plugin