"Kenapa nggak diganti saja, Bu? Kursi ini sudah lapuk. Besok, biar suamiku belikan yang baru ya?"
Ibu tersenyum, tangannya menepuk pelan sandaran kursi tua itu, mengusir debu-debu yang bertahun-tahun diam di sana.
"Kursi ini satu-satunya peninggalan ayahmu sebelum ia berpulang."
Matanya berkaca-kaca menatap putrinya. "Biarkan ibu bersamanya, di sisa waktu yang ibu punya."
-Tamat-
0 Komentar