Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

Piring

Pyaaarrr... 

Ayah panik. Buru-buru mendatangi sumber suara. Anaknya tampak gemetar menahan tangis. Di depannya, puing-puing piring berserakan. 

"Ma... Maaf, Ayah. Aku nggak sengaja."

Ayah diam sejenak, lalu tersenyum. "Tanganmu luka nggak, Nak?"

Anaknya menggeleng. 

Ayah mengelus kepala anaknya. "Kamu lebih berharga dari piring ini, Sayang. Tapi... Yuk, kita bersihkan bareng. Besok kita beli piring lagi."

-Tamat-

Posting Komentar

0 Komentar