Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

Menerima

Aduh, kenapa hujan terus sih? Bisa-bisa kita nggak sampai kantor ini,” keluh temanku, gelisah melihat langit semakin kelabu.

Aku duduk di bawah atap toko, memeluk lutut, memandang hujan yang kian menghujam.

“Kok kamu malah duduk? Ini sudah hampir jam delapan. Nanti bos bisa marah kalau kita telat!”

Aku menoleh sambil tersenyum.
“Aku sedang belajar bisa selapang langit, yang selalu menerima takdir, walau sering disalahkan.”

Ia terdiam. Hujan masih turun, tapi di dalam, ada sesuatu yang reda.

-Tamat-

Posting Komentar

0 Komentar