Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

Doa

Sang Surya bahkan belum menyapa, tapi ia terbangun lebih pagi dari biasanya.

Hening.

Ibunya terlihat khusyuk bersimpuh di atas sajadah. Bahkan setelah ia selesai bersiap, Ibu masih tak bergeming.

Di meja sarapan, ia bertanya pelan, "Apa yang Ibu minta tadi? Doanya lama sekali."

Ibu tersenyum kecil. "Agar hari ini kamu kuat, meskipun Ibu tak bisa lagi mendampingimu."

Mata anak itu tiba-tiba basah. Ia bahkan belum sempat mendoakan ibunya pagi ini. Namun ia tahu, ada doa panjang yang tak terdengar, tapi menembus langit, hanya untuknya.

-Tamat-

Posting Komentar

0 Komentar